Sirup Mangrove dari Buah Bogem sebagai Potensi dan Ekonomi Kreatif Desa Wonocoyo

Eko Mrg 11 Juni 2026 08:56:25 WIB

Desa Wonocoyo, 03 Mei 2026

Wonocoyo — Mahasiswa Universitas Airlangga melalui program Merdeka Belajar Kampus Berdampak turut mengembangkan potensi lokal Desa Wonocoyo melalui pembuatan sirup mangrove berbahan dasar buah bogem. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan buah bogem sebagai hasil alam dari kawasan mangrove yang dapat diolah menjadi minuman khas desa.
Sebelum proses pembuatan sirup dilakukan, mahasiswa ikut mencari buah bogem secara langsung di area mangrove Desa Wonocoyo. Kegiatan pencarian ini didampingi oleh Pak Sucipto dari Kelompok Tani Mangrove. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan mengenai lokasi buah bogem, ciri buah yang dapat digunakan, serta cara mengambil buah tanpa merusak tanaman mangrove di sekitarnya.
Buah bogem dipilih karena memiliki rasa khas yang segar dan berpotensi diolah menjadi produk minuman. Selain memiliki fungsi penting dalam menjaga kawasan pesisir, mangrove juga dapat memberikan manfaat lain bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik. Salah satunya melalui pemanfaatan buah bogem sebagai bahan dasar sirup mangrove yang dapat menjadi identitas lokal Desa Wonocoyo.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mencoba membuat sirup dengan rasa manis. Rasa tersebut dipilih karena dianggap lebih mudah diterima oleh masyarakat maupun wisatawan. Namun, dalam proses pengembangannya, terdapat dua variasi takaran yang dijadikan perbandingan. Untuk takaran yang lebih asam, bahan yang digunakan yaitu 0,5 kilogram gula, 1,5 kilogram buah bogem, dan 2,5 liter air. Sementara itu, untuk takaran yang lebih manis menggunakan 1 kilogram gula, 1 kilogram buah bogem, dan 3 liter air.
Proses pembuatan dilakukan dengan membersihkan buah bogem terlebih dahulu, kemudian buah direbus bersama air hingga sari buahnya keluar. Setelah itu, gula ditambahkan sesuai takaran dan dimasak hingga menghasilkan rasa serta aroma yang sesuai. Hasil olahan kemudian disaring agar lebih bersih sebelum dikemas menjadi sirup dan minuman siap saji.
Dari proses tersebut, mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Berdampak UNAIR berhasil menghasilkan 2 botol sirup mangrove dan 18 botol minuman siap saji. Sirup mangrove dapat digunakan sebagai bahan dasar minuman dengan cara dilarutkan kembali, sedangkan minuman siap saji dapat langsung dikonsumsi. Hasil ini menjadi langkah awal untuk melihat peluang pengembangan buah bogem sebagai produk khas Desa Wonocoyo.
Pembuatan sirup mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam desa. Buah bogem yang sebelumnya belum banyak diolah dapat memiliki nilai tambah apabila dikembangkan menjadi produk minuman. Selain itu, sirup mangrove juga berpeluang menjadi oleh-oleh lokal atau sajian khas yang dapat dikenalkan kepada wisatawan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNAIR berharap sirup mangrove buah bogem dapat terus dikembangkan menjadi produk khas Desa Wonocoyo. Evaluasi ke depan masih diperlukan, terutama pada formula minuman agar hasil olahan memiliki daya tahan yang lebih lama, tetap aman dikonsumsi, dan kualitas rasanya tetap terjaga. Dengan formula yang lebih awet, sirup mangrove buah bogem berpeluang untuk dipasarkan tidak hanya di lingkungan desa, tetapi juga ke luar daerah sebagai produk unggulan berbasis potensi mangrove Desa Wonocoyo.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

testing

testing

Lokasi Wonocoyo

tampilkan dalam peta lebih besar